Semarang, 24–25 November 2023 — Universitas Diponegoro menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH), sebuah forum strategis yang mempertemukan pimpinan senat akademik dari 21 PTN-BH di Indonesia. Sidang tahun ini mengusung tema besar “Penguatan Budaya Riset Transdisiplin di Perguruan Tinggi Indonesia”, yang mencerminkan komitmen kolektif perguruan tinggi untuk memperkuat peran riset dalam menjawab tantangan kebangsaan dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Tema tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan MSA PTN-BH sebelumnya, khususnya setelah Kunjungan Kerja ke Perancis pada Oktober 2023. Pada kunjungan tersebut, delegasi memperoleh pembelajaran penting mengenai bagaimana ekosistem riset di negara tersebut berkembang maju melalui integrasi lintas disiplin ilmu. Forum ini menjadi ruang bagi PTN-BH untuk mengkaji praktik tersebut dan merumuskannya dalam konteks perguruan tinggi Indonesia.
Menjawab Tantangan Zaman: Mengintegrasikan Ilmu, Teknologi, dan Sosial Budaya
Dalam dokumen kerangka acuan kerja, dijelaskan bahwa penguatan budaya riset transdisiplin sangat diperlukan mengingat kompleksitas tantangan nasional yang semakin meningkat. Perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya menghasilkan penelitian yang kuat secara akademik, tetapi juga relevan dan berorientasi pada solusi atas permasalahan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, hingga perkembangan teknologi.
MSA PTN-BH menekankan empat elemen penting dalam pengembangan ekosistem riset di PTN-BH:
- Penelitian ilmiah yang multidisiplin dan inovatif
Perguruan tinggi perlu membuka ruang lebih besar bagi kolaborasi lintas bidang ilmu untuk menghasilkan solusi yang komprehensif. - Transfer hasil penelitian kepada masyarakat
Sebagai wujud pengabdian, hasil riset harus dapat memberikan manfaat nyata bagi publik, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. - Penguatan kapasitas peneliti muda
Pengembangan kompetensi bagi mahasiswa pascasarjana, dosen muda, dan peneliti pascadoktoral menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan ekosistem penelitian. - Kontribusi terhadap kebijakan ilmiah nasional
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan masukan terhadap arah kebijakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi nasional.
Melalui pendekatan tersebut, MSA PTN-BH berupaya mengarahkan PTN-BH agar memiliki kapasitas riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas.
Rangkaian Kegiatan: Dari Penguatan Jejaring hingga Sidang Pleno
Sidang Paripurna berlangsung selama tiga hari dan dibuka dengan rangkaian kegiatan penyambutan. Delegasi dari seluruh PTN-BH tiba di Semarang pada 24 November 2023 dan mengikuti Semarang City Tour serta Gala Dinner yang diselenggarakan di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Agenda tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antaranggota senat sekaligus menjadi pratinjau hangat sebelum memasuki sesi-sesi diskusi formal.
Pembukaan dan Sambutan Resmi
Sidang Paripurna secara resmi dibuka pada 25 November 2023 melalui serangkaian sambutan dari:
- Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU., Ketua Senat Akademik UNDIP
- Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., Ketua MSA-21 PTN-BH
- Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Rektor Universitas Diponegoro
Ketiga tokoh tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antar-PTN-BH dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Indonesia, terutama melalui riset yang terintegrasi lintas disiplin.
Keynote Speaker dan Sesi Narasumber
Sesi utama menghadirkan pembicara dari Kemendikbudristek, pimpinan universitas, serta perwakilan dari Senat Akademik UGM:
- Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr.
Menyampaikan kebijakan nasional terkait penguatan riset transdisiplin serta arah prioritas riset nasional. - Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum.
Memaparkan tata kelola penelitian berbasis kolaborasi dan inovasi yang telah diterapkan oleh Universitas Diponegoro. - Prof. Dr. phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP, M.Si.
Menguraikan pengalaman dan pembelajaran dari High Level Meeting on Higher Education di Paris, termasuk strategi internasionalisasi riset dan penguatan atmosfer akademik transdisiplin di UGM dan perguruan tinggi lainnya.
Para narasumber memberikan perspektif yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang penelitian transdisiplin, baik dari sisi kebijakan pemerintah, manajemen universitas, hingga aspek internasional.
Diskusi Komisi: Merumuskan Langkah Implementatif
Sidang kemudian dilanjutkan dengan diskusi komisi paralel yang terbagi menjadi tiga kelompok:
- Komisi I: Akademik dan Sarana Prasarana
- Komisi II: Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi
- Komisi III: Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama
Setiap komisi menghadirkan pemantik dari berbagai PTN-BH untuk membahas langkah konkret penguatan riset transdisiplin, mulai dari penyelarasan kurikulum berbasis riset, model penelitian kolaboratif, hingga peningkatan kapasitas SDM peneliti.
Rumusan Sidang dan Serah Terima Kepengurusan
Mengakhiri rangkaian sesi diskusi, forum pleno menyampaikan rumusan hasil sidang yang dirangkum oleh Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU.. Rumusan tersebut menjadi rekomendasi strategis bagi PTN-BH dalam memperkuat program penelitian berbasis transdisiplin di lingkungan masing-masing.
Sidang Paripurna juga menjadi momen penting dengan adanya serah terima kepengurusan Ketua dan Wakil Ketua MSA PTN-BH, menandai regenerasi dan keberlanjutan kepemimpinan organisasi. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dan harapan agar kolaborasi PTN-BH semakin solid di masa mendatang.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia
Sidang Paripurna MSA PTN-BH 2023 menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi Indonesia untuk memperkuat budaya riset yang inovatif, inklusif, dan transdisiplin. Melalui kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama, PTN-BH diharapkan dapat terus memperkokoh perannya sebagai pilar utama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.